2014....
merupakan suatu tahun yang akan sangat berarti bagi kita semua. tua, muda, hitam, putih, kaya, miskin, pintar, bodoh, sehat dan sakit. kita akan selalu mengingat dimana tahun yang akan menerangkan kita dalam suatu kejadian atau momentum tertentu. sebagai seorang yang sangat ingin mendapatkan segala keinganan, manusia tentunya tidak akan pernah luput dari kehidupan yang tidak akan pernah puas akan sesuatu, mengenai sesuatu yang sudah kita miliki.
tapi sebagai manusia, tentunya kita tahu bahwa sesungguhnya kehidupan memang tidak akan terus menerus berjalan dengan baik. namun, pada 2014 banyak sekali kejadian yang memaksa kita untuk mempelajari sesuatu.
mungkin kata-kata diatas memang merupakan suatu hal yang membuat kita berpikir kembali mengenai kehidupan kita sebelumnya. jujur pada kesempatan kali ini, coba kita ingat kembali bahwa zaman akan selalu berglobalisasi dan hal tersebut akan mempermudah kita dalam berinteraksi.sebagai seorang manusia yang ingin menutut akan kebahagian dan kesenangan pada waktu yang bersamaan, sehingga akhirnya membuat kita kembali merasakan bahwa tidak ada di dunia ini yang adil. sebelum melewati tahun yang fenomenal ini, sebagai seorang yang ingin menjadi penulis yang baik. saya hanya akan memaparkan sedikit cerita dari pengalaman seseorang yang bagi saya sangat menarik untuk dijadikan suatu pandangan baru.
sebagai orang yang sangat ingin menutut keadilan dalam dunia ini, saya akan berusaha semampu mungkin untuk membantu kestabilan antara kehidupan umat manusia yang penuh dengan ketidak adilan, perbedaan dan egois ini.let's we move....
pada tahun ini, kejadian yang terjadi pada seorang wanita yang saya pernah dengar ini sangat memalukan sekali. saya sangat mengakui bahwa saya telah menjadi pendengar salah satu korban penipuan dengan motif "perkenalan singkat". bahkan sampai singkatnya saya akan menerangkang kembali dua kata tersebut, PERKENALAN SINGKAT. kejadian ini berawal pada suatu aplikasi perkenalan atau bisa disebut juga, dating website. pada kala itu, seperti yag sudah saya sedikit ceritakan bahwa 2014 merupakan suatu bentuk momentum awal bagi saya untuk memulai pernyataan saya ini, secara bebas dan transparan melalui internet. yang dimana pada permasalahan ini, mungkin saja bagi saya untuk mendapatan tuntutan.
Perkenalan singkat yang terjadi, memang terjadi sangat singkat sehingga tidak ada satupun orang yang mungkin akan percaya terhadap pernyataan yang saya katakan. ketahuilah bahwa sesungguhnya, saya tidak ingin sekali membesar-besarkan permasalahan ini sampai pada titik terumit. saya adalah pengguna salah satu aplikasi "dating tersebut" yang dimana telah mempertemukan saya dengan seorang, yang cukup menarik. mungkin penampilan saya tidak terlalu ingin peduli dengan hal-hal tersebut. pada perkenalan tersebut, terjadi karena beberapa saat dimana saya sedang dalam masa yang amat terbilang rapuh.
ini merupakan suatu pengalaman yang harusnya kalian dengar satu hal bahwa diluar sana akan semakin banyak orang yang bermodalkan dusta. orang-orang yang ingin mehalalkan segala cara demi suatu tujuan dan kepentingan sendiri pasti tidak akan pernah pusa dengan kemauannya apa yang telah mereka capai, hingga akhirnya mereka melakukan segala cara tanpa memandang sebetulnya yang ia punya dapat menusuknya sendiri. bahkan bukan hanya tusukan, melainkan ketidak puasan tersebut telah membuatnya akan merasakan penyesalan yang luar biasa.
sosok orang yang saya temui ini sangatlah berbahaya. berbahaya karena sesungguhnya dia bukanlah laki-laki yang terpandang, tapi dia dapat membuat dirinya terpandang dengan bermodalkan gelar yang dia punya. saya mungkin memang hanya seorang mahasiswi yang tidak mengerti apa-apa baginya, namun satu yang membuat dia merasa lebih dari segalanya. rasa percaya diri yang ia punya, sangat menunjukan bahwa ia bukan laki-laki yang seperti pada umumnya.
bukan hak saya untuk menghakimi dia, namun apa daya terkadang orang ingin mengungkapkan perasaannya dan jujur saya memutuskan untuk menulis pernyataan ini, karena saya sangat tidak ingin hal ini menimpa kepada orang-orang yang berada di sekeling saya atau masyarakat diluar sana. bagi saya, etika dan logika seseorang yang berpendidikan haruslah menunjukan bahwa mereka bukan sosok yang rendahan atau tidak berpendidikan, seperti layaknya preman orang yang berbahaya yang telah saya temui ini sangat menunjukan sisi keburukannya lebih banyak.
modus atau modal dusta yang dilakukan oleh dia, berawal pada rasa suka dan ketertarikan yang luar biasa. sebagai wanita yang rapuh, pada kala itu sang wanita menyambutnya dengan sangat baik dan menjalani hubungan yang baik dengan dia (si preman). kebodohan yang dilakukan oleh sang wanita memang merupakan hal terbodoh yang pernah dia lakukan sepanjang hidupnya dalam berinteraksi dengan para lelaki. sebagai bentuk dari kebaikan hati seorang wanita yang rapuh ini, sang wanita dengan mudah telah mempercayai bahwa sesungguhnya dia menggangap si preman adalah sosok yang ber-intelijen.
perkenalan singkat pun akhirnya terus menerus berjalan seiring dengan waktu yang singkat tersebut. hingga pada suatu hari sang preman menawarkan jasa, jasa yang terbilang cukup mengejutkan. sebelumnya, tentu bukan hal yang baru atas kehidupan di kota besar seperti salah satunya Jakarta. jasa yang ditawarkan ini jasa living together yang biasa kita kenal dengan "kumpul kebo". pada bagian ini saya tidak ingin menceritakan mengapa sang wanita menerima jasa seperti itu, karena jujur bukan hak kita untuk mengatur perbuatan orang lain apalagi menghinanya jadi yakinlah bahwa kedua dari mereka mungkin hanya ingin melakukan hal-hal yang positif saja.
rencana yang mereka punya mengenai jasa yang di tawarkan oleh sang preman pun sempat tersendat karena kesibukan kedua belah pihak yang tidak memungkinkan mereka bertemu. namun, sang wanita sangat peka terhadap suatu hal. kepekaan yang ia miliki sangat benaluri tinggi hingga akhirnya dia belajar untuk melihat dan berpikir lebih sehat mengenai hubungan yang ia jalan dengan si preman. pada saat itu, sang wanita sedang beraktifitas di luar kota dan sangat ingin tiba-tiba mengakhiri hubungannya yang 'tidak jelas' dengan sang preman.
perkenalan yang baik-baik antara mereka berdua mulai pudar ketika sang preman hanya membasala secara singkat pesan yang diutarakan oleh sang wanita. modal dusta yang dilayangkan oleh sang preman kepada sang wanita sangatlah manis dan benar-benar ingin menunjukan keseriusan, namun pada kenyataannya sang preman hanya manis dibibir yang sangat memalukan. hingga akhirnya, sang wanita menemukan pada aplikasi dating yang mereka berdua gunakan tersebut sang preman secara tidak tahu mengapa meng-unmatched sang wanita dan tidak menyebutkan mengapa. hingga pada akhrinya sang wanita benar-benar merasakan kekecewan yang cukup memalukan.
hingga akhirnya sang wanita memutuskan untuk memutuskan interaksinya dengan sang preman secara sepihak dan menghapus segala account miliknya dari sang preman. pada permasalahan ini, sang wanita hanya kecewa karena apa yang ia harapkan tidak sesuai dengan kenyataan. dan bagi saya ini merupakan masih kekecewaan yang sangat wajar untuk dipahami, karena sesungguhnya setiap manusia merupakan sosok yang tidak sempurna. hingga pada tahap selanjutnya sang wanita merasakan kebebasannya sebagai sesosok wanita yang bebas.
hingga pada akhrinya, suatu hari sang preman tiba-tiba menelepon sang wanita yang dimana pada kala itu sang wanita sudah tidak menyimpan nomer sang preman. hingga terciptalah obrolan yang tanpa disadari telah menimbulkan kepentingan akan jasa tersebut kembali menjadi perbincangan. dari perbincangan tersebut, sang wanita sangat menyadari bahwa sesungguhnya sang preman masih mengharapkannya, walapun pada saat itu sang wanita tahu bahwa sang preman hanya menginginkan tidur bersamanya.
kebodohan yang kedua akhirnya terjadi kembali. sang wanita percaya bahwa sang preman benar-benar sedang mengusahakan jasa yang telah ia tawarkan pada sang wanita, sehingga pada suatu hari sang wanita dengan percayanya memberikan uang dengan nominal yang terbilang lumayan. lumayan besar bagi snag wanita karena sang wanita juga merupakan mahasiswi yang belum berpenghasilan. tapi apa daya, perkenalan yang mereka lakukan merupakan perkenalan yang sangat singkat sehingga membuat semuanya mudah dan gampang bagi sang wanita memberikan kepercayaan karena "gelar" sang preman yang berpikir bahwa sang preman tidak mungkin melakukan penipuan.
hal yang paling menarik dari cerita ini adalah GELAR sang preman dan statusnya yang membuat saya merasa bahwa sangat perlu untukberbagi cerita, karena mungkin saja sang preman tidak hanya melakukan modus seperti ini kepada sang wanita ini saja. oleh sebab itu saya ingin sekali menuturkan beberapa pandangan sang preman yang jujur dapat menghancurkan hidupnya sendiri.
mari saya perjelas lagi mengapa ini bisa menjadi permasalahan besar. pertama, keadilan di Indonesia sangat sekali terkenal dengan istilah "hukum itu tajam kebawah tapi tumpul keatas". sebagai negara yang bersatu, berdaulat dan demokratis, mungkin hal ini merupakan hal yang wajar. namun selama ini yang kita lihat di tv bahwa, hanya petinggi-petinggi jabatan pemerintahan saja yang menjadi sorotan masyarakat luas sebagai sasaran hinaan akibat korupsi atau pengayaan diri yang mereka lakukan terhadap suatu lembaga birokrasi pemerintah. tapi saya ingin sekali menekankan bahwa disini saya bukan ingin menghina, menjatuhkan atau apalagi mencemarkan nama baik "sang preman" secara jelas.
dan tentunya bukan hal yang tabu bagi kita bahwa pasca kepemimpinan mantan pesiden SBY. banyak sekali kasus yang terbukti bahwa tindakan korupsi sangat melekat pada lembaga birokrasi pemerintah yang membuat kinerja dan kemajuan bangsa kita semakin menurun dan sangat tidak terlihat dengan jelas. coba mari kita lihat bahwa tindakan korupsi tidak hanya dilakukan pada pejabat-pejabat negara, lihat disekeliling anda apakah korupsi merupakan suatu kegiatan yang identik dilakukan oleh para pejabat?
tentunya tidak, karena sesungguhnya hal kecil sekalipun jika memang telah mengambil hak seseorang dan salah mempergunakannya merupakan suatu tindakan korupsi karena pada kepentingannya mereka melakukan demi diri sendiri.
hal yang dilakukan sang preman kepada sang wanita memang merupakan suatu perbuatan yang dapat bisa dibilang merupakan tindakan korupsi. terlebih lagi statusnya sebagai Pekerja Negeri Sipil (PNS), hal ini sangat memalukan sekali dan sangat disayangkan. bagaimana hal demikian tidak terjadi jika sang preman hanya memiliki gelar yang sesungguhnya tidak tahu apakah dia telah menyalah gunakankan gelarnya yaitu Sarjana Hukum (SH) demi mendapatkan keuntungan dengan modus yang sangat teramat memalukan tersebut.
saya sangat berharap untuk keadilan yang sangat adil bagi negara kita ini, karena apakah merupakan hal yang wajar jika seorang bergelar sarjana hukum seperti sang preman menjalankan motifnya yang sangat berbahaya dan telah melahirkan banyak pandangan buruk. sang preman yang berinisial LDC ini berumur 25 tahun dan terbilang cukup baru dalam mendapatkan gelarnya sebagai seorang sarjana hukum pada 19 november silam. sang preman yang sangat bijaksana dan berwawasan luas ini telah menipu sang wanita dengan alasan yang sangat memalukan.
sang preman yang bekerja dalam lembaga keadilan negara yaitu Kejaksaan Negara Republik Indonesia tersebut, merupakan sesosok orang yang sangat patut untuk diwaspadai sebagai seorang PNS, hal seperti ini tidak layak memang menjadi konsumsi publik. tapi apakah saya tidak boleh sedikit menceritakan apa yang terjadi berdasarkan pada pengalaman yang pernah saya dengar. karena juga sangat tidak adil sekali jika, kita dapat menghina para petinggi pejabat negara namun sesungguhnya para bawahannya juga memiliki karakter yang sama yaitu dengan sayang mempergunakan kepentingan dan gelarnya yang seharusnya menjadi kebangga tersendiri buat sang preman.
di negeri ini banyak sekali keterkaitan antara kebodohan dan kemiskinan yang terjadi akibat kehendak manusia itu sendiri. apa sesungguhnya yang terjadi, terjadi akibat keinginan kita sendiri. belajarlah untuk selalu melihat bahwa kebodohan dan kemiskinan hanya dimiliki untuk manusia yang tidak memiliki kepercayaan dan prinsip yang luar biasa.
ini merupakan suatu pengalaman yang harusnya kalian dengar satu hal bahwa diluar sana akan semakin banyak orang yang bermodalkan dusta. orang-orang yang ingin mehalalkan segala cara demi suatu tujuan dan kepentingan sendiri pasti tidak akan pernah pusa dengan kemauannya apa yang telah mereka capai, hingga akhirnya mereka melakukan segala cara tanpa memandang sebetulnya yang ia punya dapat menusuknya sendiri. bahkan bukan hanya tusukan, melainkan ketidak puasan tersebut telah membuatnya akan merasakan penyesalan yang luar biasa.
sosok orang yang saya temui ini sangatlah berbahaya. berbahaya karena sesungguhnya dia bukanlah laki-laki yang terpandang, tapi dia dapat membuat dirinya terpandang dengan bermodalkan gelar yang dia punya. saya mungkin memang hanya seorang mahasiswi yang tidak mengerti apa-apa baginya, namun satu yang membuat dia merasa lebih dari segalanya. rasa percaya diri yang ia punya, sangat menunjukan bahwa ia bukan laki-laki yang seperti pada umumnya.
bukan hak saya untuk menghakimi dia, namun apa daya terkadang orang ingin mengungkapkan perasaannya dan jujur saya memutuskan untuk menulis pernyataan ini, karena saya sangat tidak ingin hal ini menimpa kepada orang-orang yang berada di sekeling saya atau masyarakat diluar sana. bagi saya, etika dan logika seseorang yang berpendidikan haruslah menunjukan bahwa mereka bukan sosok yang rendahan atau tidak berpendidikan, seperti layaknya preman orang yang berbahaya yang telah saya temui ini sangat menunjukan sisi keburukannya lebih banyak.
modus atau modal dusta yang dilakukan oleh dia, berawal pada rasa suka dan ketertarikan yang luar biasa. sebagai wanita yang rapuh, pada kala itu sang wanita menyambutnya dengan sangat baik dan menjalani hubungan yang baik dengan dia (si preman). kebodohan yang dilakukan oleh sang wanita memang merupakan hal terbodoh yang pernah dia lakukan sepanjang hidupnya dalam berinteraksi dengan para lelaki. sebagai bentuk dari kebaikan hati seorang wanita yang rapuh ini, sang wanita dengan mudah telah mempercayai bahwa sesungguhnya dia menggangap si preman adalah sosok yang ber-intelijen.
perkenalan singkat pun akhirnya terus menerus berjalan seiring dengan waktu yang singkat tersebut. hingga pada suatu hari sang preman menawarkan jasa, jasa yang terbilang cukup mengejutkan. sebelumnya, tentu bukan hal yang baru atas kehidupan di kota besar seperti salah satunya Jakarta. jasa yang ditawarkan ini jasa living together yang biasa kita kenal dengan "kumpul kebo". pada bagian ini saya tidak ingin menceritakan mengapa sang wanita menerima jasa seperti itu, karena jujur bukan hak kita untuk mengatur perbuatan orang lain apalagi menghinanya jadi yakinlah bahwa kedua dari mereka mungkin hanya ingin melakukan hal-hal yang positif saja.
rencana yang mereka punya mengenai jasa yang di tawarkan oleh sang preman pun sempat tersendat karena kesibukan kedua belah pihak yang tidak memungkinkan mereka bertemu. namun, sang wanita sangat peka terhadap suatu hal. kepekaan yang ia miliki sangat benaluri tinggi hingga akhirnya dia belajar untuk melihat dan berpikir lebih sehat mengenai hubungan yang ia jalan dengan si preman. pada saat itu, sang wanita sedang beraktifitas di luar kota dan sangat ingin tiba-tiba mengakhiri hubungannya yang 'tidak jelas' dengan sang preman.
perkenalan yang baik-baik antara mereka berdua mulai pudar ketika sang preman hanya membasala secara singkat pesan yang diutarakan oleh sang wanita. modal dusta yang dilayangkan oleh sang preman kepada sang wanita sangatlah manis dan benar-benar ingin menunjukan keseriusan, namun pada kenyataannya sang preman hanya manis dibibir yang sangat memalukan. hingga akhirnya, sang wanita menemukan pada aplikasi dating yang mereka berdua gunakan tersebut sang preman secara tidak tahu mengapa meng-unmatched sang wanita dan tidak menyebutkan mengapa. hingga pada akhrinya sang wanita benar-benar merasakan kekecewan yang cukup memalukan.
hingga akhirnya sang wanita memutuskan untuk memutuskan interaksinya dengan sang preman secara sepihak dan menghapus segala account miliknya dari sang preman. pada permasalahan ini, sang wanita hanya kecewa karena apa yang ia harapkan tidak sesuai dengan kenyataan. dan bagi saya ini merupakan masih kekecewaan yang sangat wajar untuk dipahami, karena sesungguhnya setiap manusia merupakan sosok yang tidak sempurna. hingga pada tahap selanjutnya sang wanita merasakan kebebasannya sebagai sesosok wanita yang bebas.
hingga pada akhrinya, suatu hari sang preman tiba-tiba menelepon sang wanita yang dimana pada kala itu sang wanita sudah tidak menyimpan nomer sang preman. hingga terciptalah obrolan yang tanpa disadari telah menimbulkan kepentingan akan jasa tersebut kembali menjadi perbincangan. dari perbincangan tersebut, sang wanita sangat menyadari bahwa sesungguhnya sang preman masih mengharapkannya, walapun pada saat itu sang wanita tahu bahwa sang preman hanya menginginkan tidur bersamanya.
kebodohan yang kedua akhirnya terjadi kembali. sang wanita percaya bahwa sang preman benar-benar sedang mengusahakan jasa yang telah ia tawarkan pada sang wanita, sehingga pada suatu hari sang wanita dengan percayanya memberikan uang dengan nominal yang terbilang lumayan. lumayan besar bagi snag wanita karena sang wanita juga merupakan mahasiswi yang belum berpenghasilan. tapi apa daya, perkenalan yang mereka lakukan merupakan perkenalan yang sangat singkat sehingga membuat semuanya mudah dan gampang bagi sang wanita memberikan kepercayaan karena "gelar" sang preman yang berpikir bahwa sang preman tidak mungkin melakukan penipuan.
hal yang paling menarik dari cerita ini adalah GELAR sang preman dan statusnya yang membuat saya merasa bahwa sangat perlu untukberbagi cerita, karena mungkin saja sang preman tidak hanya melakukan modus seperti ini kepada sang wanita ini saja. oleh sebab itu saya ingin sekali menuturkan beberapa pandangan sang preman yang jujur dapat menghancurkan hidupnya sendiri.
mari saya perjelas lagi mengapa ini bisa menjadi permasalahan besar. pertama, keadilan di Indonesia sangat sekali terkenal dengan istilah "hukum itu tajam kebawah tapi tumpul keatas". sebagai negara yang bersatu, berdaulat dan demokratis, mungkin hal ini merupakan hal yang wajar. namun selama ini yang kita lihat di tv bahwa, hanya petinggi-petinggi jabatan pemerintahan saja yang menjadi sorotan masyarakat luas sebagai sasaran hinaan akibat korupsi atau pengayaan diri yang mereka lakukan terhadap suatu lembaga birokrasi pemerintah. tapi saya ingin sekali menekankan bahwa disini saya bukan ingin menghina, menjatuhkan atau apalagi mencemarkan nama baik "sang preman" secara jelas.
dan tentunya bukan hal yang tabu bagi kita bahwa pasca kepemimpinan mantan pesiden SBY. banyak sekali kasus yang terbukti bahwa tindakan korupsi sangat melekat pada lembaga birokrasi pemerintah yang membuat kinerja dan kemajuan bangsa kita semakin menurun dan sangat tidak terlihat dengan jelas. coba mari kita lihat bahwa tindakan korupsi tidak hanya dilakukan pada pejabat-pejabat negara, lihat disekeliling anda apakah korupsi merupakan suatu kegiatan yang identik dilakukan oleh para pejabat?
tentunya tidak, karena sesungguhnya hal kecil sekalipun jika memang telah mengambil hak seseorang dan salah mempergunakannya merupakan suatu tindakan korupsi karena pada kepentingannya mereka melakukan demi diri sendiri.
hal yang dilakukan sang preman kepada sang wanita memang merupakan suatu perbuatan yang dapat bisa dibilang merupakan tindakan korupsi. terlebih lagi statusnya sebagai Pekerja Negeri Sipil (PNS), hal ini sangat memalukan sekali dan sangat disayangkan. bagaimana hal demikian tidak terjadi jika sang preman hanya memiliki gelar yang sesungguhnya tidak tahu apakah dia telah menyalah gunakankan gelarnya yaitu Sarjana Hukum (SH) demi mendapatkan keuntungan dengan modus yang sangat teramat memalukan tersebut.
saya sangat berharap untuk keadilan yang sangat adil bagi negara kita ini, karena apakah merupakan hal yang wajar jika seorang bergelar sarjana hukum seperti sang preman menjalankan motifnya yang sangat berbahaya dan telah melahirkan banyak pandangan buruk. sang preman yang berinisial LDC ini berumur 25 tahun dan terbilang cukup baru dalam mendapatkan gelarnya sebagai seorang sarjana hukum pada 19 november silam. sang preman yang sangat bijaksana dan berwawasan luas ini telah menipu sang wanita dengan alasan yang sangat memalukan.
sang preman yang bekerja dalam lembaga keadilan negara yaitu Kejaksaan Negara Republik Indonesia tersebut, merupakan sesosok orang yang sangat patut untuk diwaspadai sebagai seorang PNS, hal seperti ini tidak layak memang menjadi konsumsi publik. tapi apakah saya tidak boleh sedikit menceritakan apa yang terjadi berdasarkan pada pengalaman yang pernah saya dengar. karena juga sangat tidak adil sekali jika, kita dapat menghina para petinggi pejabat negara namun sesungguhnya para bawahannya juga memiliki karakter yang sama yaitu dengan sayang mempergunakan kepentingan dan gelarnya yang seharusnya menjadi kebangga tersendiri buat sang preman.
di negeri ini banyak sekali keterkaitan antara kebodohan dan kemiskinan yang terjadi akibat kehendak manusia itu sendiri. apa sesungguhnya yang terjadi, terjadi akibat keinginan kita sendiri. belajarlah untuk selalu melihat bahwa kebodohan dan kemiskinan hanya dimiliki untuk manusia yang tidak memiliki kepercayaan dan prinsip yang luar biasa.